Topik renungan tentang PEKERJAAN
User Rating: / 0
PoorBest 
Written by elizabeth   

Topik renungan tentang PEKERJAAN…

Dicuplik dari buku “Menemukan Kehendak Allah” (Sinclair B Ferguson) halaman 67:

Dalam kitab Kejadian, ketika Allah menciptakan manusia, Allah memberikan manusia banyak hal untuk dipikirkan: Bagaimana ia bisa menaklukan bumi, tempat tinggalnya yang menakjubkan itu? Nama apakah yang akan ia berikan kepada binatang-binatang yang diserahkan Allah ke dalam kekuasaannya? Tetapi, manusia juga harus bekerja dengan tangannya. Ia harus mengusahakan dan memelihara Taman Eden. Ia tidak merasa frustrasi ataupun diperbudak oleh pekerjaan itu; tetapi ia bekerja – bahkan bekerja keras. Ia diberkati melaluinya; ia menemukan kepuasan di dalamnya. Di penghujung harinya, ia disanggupkan untuk menengadah ke langit, memuji Allah sebelum akhirnya berangkat tidur:

Jika aku melihat langit-Mu, buatan jari-Mu, bulan dan bintang-bintang yang Kautempatkan: apakah manusia, sehingga Engkau mengingatnya? Apakah anak manusia, sehingga Engkau mengindahkannya? Namun Engkau telah membuatnya hampir sama seperti Allah, dan telah memahkotainya dengan kemuliaan dan hormat. Engkau membuat dia berkuasa atas buatan tangan-Mu; segala-galanya telah Kauletakkan di bawah kakinya: kambing domba dan lembu sapi sekalian, juga binatang-binatang di padang; burung-burung di udara dan ikan-ikan di laut, dan apa yang melintasi arus lautan. Ya TUHAN, Tuhan kami, betapa mulianya nama-Mu di seluruh bumi! MAZMUR 8:4-10

Ketika orang Kristen melayani Allah melalui aktivitas kesehariannya, ia pun bisa berlutut setiap malam dengan ucapan syukur dan sukacita yang sama. Ia tahu bahwa pekerjaannya bukan sekadar tambahan yang tidak menguntungkan bagi kehidupan Kristen. Sebaliknya, itu adalah bagian kita yang hakiki. Seperti halnya keluarga, persekutuan dengan umat Allah dan kesempatan melayani-Nya, panggilan hidup kita juga merupakan berkat yang dijanjikan Tuhan.

Tetapi, apakah kita memiliki motivasi yang benar dalam bekerja? Maukah kita memberikan yang terbaik dalam bekerja, karena kita melihat hak istimewa di dalamnya?

Apakah kita menguduskan diri bagi Tuhan, karena kita tahu bahwa mata Tuhan kita tertuju pada kita? Yakinkah kita bahwa bekerja merupakan hak istimewa dan kehormatan yang Allah anugerahkan kepada anak-anak-Nya?

RENUNGAN:

 ·   Apakah kita merasa frustrasi atau diperbudak oleh pekerjaan kita?

 ·   Tetapi apakah setelah kita bekerja – bahkan bekerja keras dan diberkati melaluinya dan menemukan kepuasan di dalamnya, sehingga di penghujung hari kita disanggupkan untuk menengadah ke langit, memuji Allah sebelum akhirnya berangkat tidur?

 ·   Apakah setelah melayani Allah melalui aktivitas keseharian kita, kita bisa berlutut setiap malam dengan ucapan syukur dan sukacita yang sama?

 ·   Apakah kita tahu bahwa pekerjaan kita bukan sekadar tambahan yang tidak menguntungkan bagi kehidupan Kristen. Sebaliknya, itu adalah bagian kita yang hakiki?

 

 

FORM_HEADER


FORM_CAPTCHA
FORM_CAPTCHA_REFRESH